INDIVIDU DAN MASYARAKAT
1. PENGERTIAN INDIVIDU
1. PENGERTIAN INDIVIDU
Idividu
adalah kesatuan yang terbatas yaitu
sebagai manusia perseorangan bukan sebagai manusia keseluruhan. Maka dapat
disimpulkan bahwa individu adalah manusia yang memiliki peranan khas atau
spesifik dalam kepribadiannya. Jadi sebagai
satu organisme hidup yang berdiri sendiri dan secara fisiologis bersifat bebas
serta tidak mempunyai hubungan organik dengan sesamanya.
Dalam
mempertahankan hidup, setiap individu atau organisme dihadapkan pada masalah
yang penting, misalnya harus mendapatkan makanan, mempertahankan diri terhadap
musuh alaminya, dan memelihara anaknya. Suatu mahluk bias disebut sebagain individu
jika.
- Individu selalu menggambarkan sifat tunggal.
- Dalam individu proses hidupnya berlangsung sendiri-sendiri.
- Setiap individu memiliki proses hidup yang berbeda dengan individu lainnya.
2. PENGERTIAN
PERTUMBUHAN
Pertumbuhan adalah Proses pertambahan volume dan jumlah sel sehingga ukuran tubuh
makhluk hidup tersebut bertambah besar. Pertumbuhan bersifat irreversible atau
tidak dapat bali dan dapat diukur. Sedangkan Pengertian Perkembangan adalah
proses perubahan menuju kedewasaan melalui proses pertumbuhan dan diferensiasi.
Perkembangan tidak dapat diukur
Terdapat 2
faktor yang mempengaruhi pertumbuhan:
- Faktor luar
- Faktor dalam
3. TAHAP-TAHAP
PERTUMBUHAN INDIVIDU BERDASARKAN PSIKOLOGI
Istilah individu dalam kaitannya
dengan pembicaraan mengenai keluarga dan masyarakat manusia, dapat pula
diartikan sebagai manusia. Dalam arti bahwa individu atau
pribadi manusia merupakan keselurhan jiwa raga yang mempunyai ciri-ciri khas
tersendiri. pertumbuhan adalah suatu perubahan
yang menuju kearah yang lebih maju, lebih dewasa. Konsep aliran
sosiologi tentang pertumbuhan menganggap pertumbuhan itu adalah proses
sosialisasi yaitu proses perubahan dari sifat mula-mula yang asosial atau juga
sosial kemudian tahap demi tahap di sosialisasikan.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi pertumbuhan:
a) Pendirian
Nativistik.
Menurut
para ahli dari golongan ini berpendapat bahwa pertumbuhan itu semata-mata
ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir
b) Pendirian
Empiristik dan environmentalistik.
Pendirian
ini berlawanan dengan pendapat nativistik, mereka menganggap bahwa pertumbuhan
individu semata-nmata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperan
sama sekali.
c) Pendirian
konvergensi dan interaksionisme.
Aliran
ini berpendapat bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan
pertumbuhan individu.
Tahap pertumbuhan
individu berdasarkan psikologi
1. Masa
vital yaitu dari usia 0 sampai kira-kira 2 tahun.
Pada
masa ini individu menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan berbagai
hak dalam dunianya. Pada tahun kedua anak telah belajar berjalan, dengan mulai
berjalan maka anak akan mulai belajar menguasai ruang.
2. Masa
estetik dari umur kira-kira 2 tahun sampai kira-kira 7 tahun
Pada
masa ini dianggap sebagai masa perkembangan rasa keindahan. Perkembangan anak
yang terutama adalah fungsi pancainderanya. Pada masa ini indera masih peka,
karena itu montessori menciptakan bermacam-macam alat permainan untuk melatih
penca inderanya.
3. Masa
intelektual dari kira-kria 7 tahun sampai kira-kira 13 tahun atau 14 tahun
Setelah
anak melewati masa kegoncangan yang pertama (masa estetik), maka proses
sosialisasinya telah berlangsung dengan lebih efektif. Sehingga menjadi matang
untuk dididik daripada masa-masa sebelumnya.
4. Masa
sosial dari umur 13 atau 14 tahun sampai kira-kira 20 – 21 tahun
Merupakan
masa yang banyak menarik perhatian masyarakat karena mempunyai sifat khas dan
yang menentukan dalam kehidupan individu dalam masyarakatnya, dan ia harus
mengarahkan dirinya agar dapat menemukan diri, meneliti sikap hidup yang lama
dan mencoba-coba yang baru agar dapat menjadi pribadi yang dewasa. Pada
dasarnya masa ini masih dirinci ke dalam beberapa masa, yaitu masa praremaja
(menunjukkan suatu masa pueral yang singkat dan ditandai dengan sifat-sifat
negatif sehingga disebut juga masa negatif), masa remaja (sebagai gejalanya
adalah merindu puja, dan pada fase ini, untuk pertama kalinya remaja sadar akan
kesepian yang tidak pernah dialami pada masa-masa sebelumnya), dan masa usia
mahasiswa (pemuda yang berusia 18 s.d. 30 tahun, dan dikelompokkan pada masa
remaja akhir sampai dewasa awal / dewasa madya, dan pada mahasiswa ini banyak
terdapat idealisme yang realistik yaitu yang dapat diterapkan dalam tindakan).
4. FUNGSI
KELUARGA
1. Fungsi
Agama
Keluarga menjadi tempat dimana nilai agama diberikan, diajarkan, dan
dipraktikkan. Disini, orangtua berperan menanamkan nilai agama sekaligus
memberi identitas agama kepada anak. Keluarga yang berhasil menerapkan
nilai-nilai agama melalui contoh dalam kehidupan sehari-hari mampu memberikan
fondasi yang kuat bagi setiap anggota keluarganya.
2. Fungsi
Kasih Sayang
Sejak bayi dilahirkan, sejak itu pula ia mengenal kasih sayang. Perasaan
disayangi sangat penting bagi seorang anak, karena kelak ia akan tumbuh menjadi
seseorang yang mampu menyayangi pula. Hal ini akan menjadi modal bagi semua
anggota keluarga untuk menumbuhkan rasa kasih sayang dalam konteks yang lebih
luas dan mampu mengurangi munculnya bibit permusuhan dan anarkisme dalam
masyarakat.
3. Fungsi
Sosial Budaya
Keluarga juga punya peran penting dalam memperkenalkan anak kepada
nilai-nilai sosial budaya yang ada di masyarakat. Terlebih lagi di Indonesia,
sopan santun sangat dijunjung tinggi, dengan berbagai macam norma, adat
istiadat, dan budi pekerti yang berlaku di masyarakat. Dari anggota keluarga
yang lebih tua lah anak bisa belajar bagaimana harus bersikap terhadap orang
yang lebih tua dan mempelajari hal-hal yang pantas dan tidak pantas dalam
budayanya.
4. Fungsi
Reproduksi
Salah satu tujuan sebagian besar umat manusia untuk berkeluarga adalah
untuk mendapatkan keturunan. Melalui pernikahan yang sah, keluarga menjadi
entitas yang mampu menghasilkan generasi penerus bangsa. Pendidikan seks sejak
dini dan sikap menghargai lawan jenis perlu ditanamkan dalam keluarga.
5. Fungsi
Sosialisasi dan Pendidikan
Keluarga menjadi tempat pertama seorang anak belajar bersosialisasi
dengan orang lain, yaitu orangtua dan saudara-saudaranya. Di dalam keluarga
pula proses pendidikan untuk pertama kalinya diterima oleh anak. Semua ini
disebabkan oleh interaksi intensif yang terjadi sehingga proses pendidikan
terjadi secara natural dan efektif.
6.
Fungsi Ekonomi
Kondisi ekonomi sebuah keluarga biasanya mempengaruhi keharmonisan
keluarga. Karena itu, mengajarkan anak untuk berhemat dan menumbuhkan jiwa
wirausaha akan membuat mereka kelak dapat cerdas secara finansial.
7. Fungsi
Pembinaan Lingkungan
Gaya hidup ramah lingkungan dapat terwujud jika ditanamkan sejak dini
dalam keluarga. Begitu juga peduli dengan lingkungan sekitar seperti
tetangga dan masyarakat secara umum.
Tanamkan sifat cinta lingkungan, tidak memboroskan listrik, air bersih,
makanan, juga membiasakan untuk membuang sampah pada tempatnya sedari dini,
karena hanya dari alam lah kita dapat hidup.
8.
Fungsi Perlindungan
Idealnya, keluarga mampu menjadi tempat yang membuat anggotanya merasa
aman dan tentram. Karena itu, seburuk apapun konflik yang terjadi di dalam
keluarga, hindari terjadinya tindak kekerasan verbal maupun fisik,
diskriminasi, dan pemaksaan kehendak.
5. PENGETIAN MASYARAKAT
MENGGOLONGKAN MASYARAKAT
PENGERTIAN STRATIFIKASI
DASAR-DASAR PEMBENTUKAN STRATIFIKASI SOSIAL
HUBUNGAN ANATARA INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT
6. URBANISASI
Pengertian
masyarakat adalah sekumpulan manusia yang berada dalam satu lingkungan sosial
dalam kurun waktu tertentu, lingkungan ini mendorong terjadinya hubungan sosial
yang saling berinteraksi melakukan kotak sosial dan memiliki beragam
kepentingan yang sama. Literasi yang lainnya memberikan arti masyarakat sebagai
sebuah sistem sosial yang membutuhkan antar sesama dan memiliki kesepakatan
tertentu dalam mencapai kehidupan yang damai, tentram, dan bersahaja. Max Weber menjelaskan pengertian masyarakat sebagai
suatu struktur atau aksi yang pada pokoknya ditentukan oleh harapan dan
nilai-nilai yang dominan pada warganya.
PENGERTIAN STRATIFIKASI
Secara
Umum Isitilah dari kata stratifikasi sosial berasal dari bahasa latin, yakni
stratum yang berarti tingkatan serta socius yang berarti masyarakat atau teman.
Sehingga, bila kita tarik, penegertian stratifikasi sosial tersebut secara umum
bisa kita sebuat sebagai tingkatan sosial yang terdapat di dalam masyarakat. Stratifikasi
sosial merupakan kiasan yang berasal dari gamabaran kondisi yang ada dalam
keadaan kehidupan masyarakat. Stratifikasi sosial atau dalam bahasa inggris
disebut sebagai “sosial stratifikasion” merupakan perbedaan masyarakat atau
penduduk ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau “hierarkis”. Dengan kata
lain, perbedaan dari kedudukan akan memicu adanya stratifikasi sosial atau yang
juga disebut dengan pelapisan sosial. Perwujudan dari adanya fenomena
stratifikasi sosial atau yang juga disebut pelapisan sosial ini yaitu terdapat
perbedaan golongan tingkat atau kedudukan ataupun kelas.
• Kekayaan
Kekayaan
berupa materi atau kebendaan dapat menjadi tolak ukur penempatan masyarakat dalam
lapisan sosial yang ada. Siapa yang memiliki jumlah kekayaan paling banyak maka
ia akan berada pada lapisan sosial teratas dan sebaliknya siapa yang tidak
memiliki kekayaan maka akan ditempatkan pada lapisan terendah dalamm pelapisan
sosial.
• Kekuasaan
dan Wewenang
Seseorang
yang memiliki kekuasaan ataupun wewenang paling besar maka akan menempati
lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat.
• Kehormatan
Orang
yang dihormati atau disegani akan menempatiu lapisan teratas sistem pelapisan
sosial masyarakat.
• Ilmu
Pengetahuan
Seseorang
yang paling menguasai ilmu pengetahuan biasanya akan menempati lapisan tinggi
dalam sistem pelapisan sosial masyarakat.
A.
Makna Individu
Manusisa adalah makhluk
individu.Makhluk individu berarti makhluk yang tidak dapat dibagi-bagi, tidak
dapat dipisah-pisahkankan antara jiwa dan raganya tidak dapat dibagi-bagi,
tidak dapat dipisah-pisahkan antara jiwa dan raganya.
Pendapat lain bahwa
manusia sebagai makhluk individu, tidak hanya dalam arti makhluk keseluruhan
jiwa raga, melainkan juga dalam arti bahwa tiap-tiap orang itu merupakan
pribadi (individu) yang khas menurut corak kepribadiannya, termasuk
kecakapan-kecakapan serta kelemahan-kelemahannya.
Untuk menjadi individu
yang “mandiri” harus melalui proses pemantapan dalam pergaulan di lingkungan
keluarga pada tahap pertama. Terbentuk dalam lingkungan keluarga secara
bertahap dan akan bertahap dan akan mengendap melalui sentuhan-sentuhan
interaksi : etika, estetika, dan moral agama.
B. Makna Keluarga
Keluarga merupakan
kelompok primer yang paling penting di dalam masyarakat.
sifat terpenting :
1. Hubungan suami-isteri.
2. Bentuk perkawinan di mana
suami-isteri itu diadakan dan dipelihara.
3. Susunan nama-nama dan
istilah-istilah termasuk cara menghitung keturunan
C. Makna Masyarakat
Kalau mengikuti
definisi masyarakat oleh R. Linton, maka masyarakat itu timbul dari setiap
kumpulan individu, yang telah cukup lama hidup dan bekerjasama dalam waktu
lama. Mengalami proses yang fundamental, yaitu :
1.
Adaptasi dan organisasi dari tingkah laku para anggota.
2.
Timbul perasaan berkelompok secara lambat laun atau lesprit de crops.
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk yang asalnya dari daerah perdesaan menuju ke wilayah perkotaan atau kota besar dengan tujuan menetap dalam kurun waktu tertentu. Urbanisasi menurut ilmu kependudukan sedikit berbeda, yakni presentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan.
Sementara menurut ilmu kependudukan, perpindahan penduduk dari desa ke kota ini hanya salah satu hal yang mempengaruhi terjadinya urbanisasi itu sendiri. Namun dari kedua definisi di atas kita lebih mengenal urbanisasi sebagai definisi yang pertama, yakni perpindahan penduduk dari desa ke kota.
Penyebab Urbanisasi
a) Banyaknya lapangan kerja di kota daripada di desa
b) Sarana dan prasarana di kota yang lebih lengkap
c) Pendidikan berkualitas tinggi jumlahnya lebih banyak
d) Kehidupan di kota yang lebih modern
e) Banyak perguruan tinggi ternama
Tujuan Urbanisasi
1. Memperoleh kesejahteraan hidup
Salah satu tujuan yang ingin dicapai seseorang yang melakukan urbanisasi adalah karena ingin memperoleh kesejahteraan hidup. Kesejahteraan hidup ini bisa bermakna luas, yakni bisa dipandang dari segi ekonomi maupun sosial budaya.
2. Memperoleh kepuasan
Memperoleh kepuasan merupakan salah satu tujuan yang ingin dicapai seseorang yang melakukan urbanisasi. Memperoleh kepuasan ini berlaku pada orang-orang yang memang mendambakan kehidupan kota yang serba ramai, gemerlap, instan, modern dan lainnya.
3. Mendapatkan pekerjaan
Mungkin poin ini sedikit mirip dengan poin pertama atau poin 1 yang telah kita bicarakan, namun kali ini hanya mengkhususkan kepada pekerjaannya saja. salah satu tujuan seseorang melakukan urbanisasi adalah karena ingin mendapatkan pekerjaan.
4. Tidak ingin ketinggalan zaman
Rasa ingin selalu tampil up to date membuat seseorang dengan senang hati meninggalkan desa demi tinggal di kota, karena perkotaan adalah tempat yang bisa memenuhi keinginannya.
Dampak
Urbanisasi
Urbanisasi
merupakan perpindahan penduduk dari desa ke kota dengan tujuan menetap untuk
beberapa waktu. Urbanisasi memiliki dampak yang sangat banyak, terutama bagi
daerah yang didatangi.berikut adalah dampak terjadinya urbanisasi
1. Dampak
Positif
- Memodernisasikan warga desa
- Menambah pengetahuan warga desa
- Menjalin kerjasama yang baik antar warga suat daerah
- Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa
- Mengurangi pengangguran di pedesaan
2.
Dampak Negatif
- Permasalahan perumahan yang sempit dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan
- Terbentuknya subur tempat-tempat pemukiman baru yang berada di pinggiran kota
- Penyebab
kepadatan penduduk di perkotaan
- Lingkungan hidup yang tidak sehat akan menimbulkan kerawanan sosial dan juga kriminalitas.
- Berkurangnya jumlah tenaga kerja usia produktif di pedesaan
Sumber:
https://gitaasaputri.wordpress.com/2013/12/12/pengertian-individu/ https://eprints.uny.ac.id/46788/15/PENDUKUNG%20LKPD%20PERTUMBUHAN%20DAN%20PERKEMBANGAN.pdf
https://www.maxmanroe.com/vid/sosial/pengertian-urbanisasi-adalah.html
http://dosensosiologi.com/pengertian-masyarakat-unsur-syarat-dan-bentuknya-lengkap/
https://gitaasaputri.wordpress.com/2013/12/12/pengertian-individu/ https://eprints.uny.ac.id/46788/15/PENDUKUNG%20LKPD%20PERTUMBUHAN%20DAN%20PERKEMBANGAN.pdf
https://www.maxmanroe.com/vid/sosial/pengertian-urbanisasi-adalah.html
http://dosensosiologi.com/pengertian-masyarakat-unsur-syarat-dan-bentuknya-lengkap/
Komentar
Posting Komentar