Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Kemiskinan
Ciri ekonomi Indonesia
System
perekonomian adalah system yang dipakai oleh sebuah negara untuk mengalokasikan
sumber daya yang dikuasainya baik untuk perorangan ataupun instansi di negara
itu. Perbedaan utama antara satu system ekonomi dengan system ekonomi yang lain
yaitu bagaimana cara system itu mengelola factor produksinya. Dalam beberapa system,
seorang individu diizinkan memiliki seluruh factor produksi. Sementara dalam system
lainnya, semua factor tersebut dikuasai oleh pemerintah.
Pengertian Sistem Ekonomi
Sistem
ekonomi adalah suatu aturan dan tata cara untuk mengatur perilaku masyarakat
dalam melakukan kegiatan ekonomi untuk menraih suatu tujuan. Sistem
perekonomian di setiap negara dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ideologi
bangsa, sifat dan jati diri bangsa, dan struktur ekonomi.
Sistem Perekonomian Pasar
(Liberalis / Kapitalis)
Sistem
ekonomi Pasar/Liberal/Kapitalis adalah sistem ekonomi dimana ekonomi diatur
oleh kekuatan pasar (permintaan dan penawaran). Sistem ekonomi liberal
merupakan sistem perekonomian yang memberikan kebebasan seutuhnya dalam segala
bidang perekonomian kepada setiap orang untuk memperoleh keuntungan yang
seperti dia inginkan. Sistem ekonomi liberal banyak dianut negara-negara
Eropa dan Amerika Serikat.
Ciri-ciri :
- Menerapkan sistem persaingan bebas
- Kedaulatan konsumen dan kebebasan dalam konsumsi
- Peranan pemerintah dibatasi
- Peranan modal sangat penting
Sistem Perekonomian
Perencanaan (Etatisme / Sosialis)
Sistem
ekonomi etatisme/sosialis merupakan sistem ekonomi dimana ekonomi diatur negara. Dalam sistem ini, jalannya
perekonomian sepenuhnya menjadi tanggung jawab negara atau pemerintah pusat.
Dalam perekonomia ini yang menjadi dasar adalah Karl Marx , dia berpendapat
bahwa apabila kepemilikan pribadi dihapuskan maka tidak akan memunculkan
masyarakat yang berkelas-kelas sehingga akan menguntungkan semua pihak. Negara
yang menganut sistem ini seperti Rusia, Kuba, Korea Utara, dan negara komunis
lainnya.
Ciri-ciri :
- Hak milik individu tidak diakui.
- Seluruh sumber daya dikuasai negara.
- Semua masyarakat adalah karyawan bagi negara.
- Kebijakan perekonomian disusun dan dilaksanakan pemerintah.
Sistem Ekonomi Campuran
Sistem
ekonomi campuran merupakan campuran atau perpaduan antara sistem ekonomi
liberal dengan sistem ekonomi sosialis. Pada sistem ekonomi campuran pemerintah
melakukan pengawasan dan pengendalian dalam perekonomian, namun pihak swasta
(masyarakat) masih diberi kebebasan untuk menentukan kegiatan-kegiatan ekonomi
yang ingin mereka jalankan.
Ciri-ciri :
- Jenis dan jumlah barang diproduksi ditentukan oleh mekanisme pasar.
- Hak milik swasta atas alat produksi diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentingan umum.
- Pemerintah bertanggung jawab atas jaminan sosial dan pemerataan pendapatan.
- Ada persaingan, tetapi masih ada kontrol pemerintah
Sistem Ekonomi Demokrasi
Sistem
ekonomi demokrasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem perekonomian
nasional yang merupakan perwujudan dari falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang
berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di
bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah. Pada sistem demokrasi ekonomi,
pemerintah dan seluruh rakyat baik golongan ekonomi lemah maupun pengusaha
aktif dalam usaha mencapai kemakmuran bangsa. Selain itu, negara berperan dalam
merencanakan, membimbing, dan mengarahkan kegiatan perekonomian. Dengan
demikian terdapat kerja sama dan saling membantu antara pemerintah, swasta, dan
masyarakat.
Ciri-ciri positif pada
sistem ekonomi demokrasi :
- Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
- Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
- Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
- Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
Ciri-ciri negatif pada
sistem ekonomi demokrasi :
- Sistem free fight
liberalism, yaitu sistem persaingan bebas yang saling
menghancurkan dan dapat menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa
lain sehingga dapat menimbulkan kelemahan struktural ekonomi nasional.
- Sistem etatisme,
di mana negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak
dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.
Persaingan tidak sehat
dan pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang
merugikan masyarakat.
Kemakmuran dan Kemiskinan
Kemakmuran
Kemakmuran
merupakan suatu keadaan yang berkembang, berkemajuan, memiliki keberuntungan
baik dan/atau memiliki status sosial yang sukses.[1] Kemakmuran seringkali
mencakup kekayaan, tetapi juga meliputi faktor-faktor lain yang mungkin saja
terpisah dari kekayaan pada berbagai tingkat, misalnya kebahagiaan dan
kesehatan.
Kemiskinan
Kemiskinan
adalah keadaan di mana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar
seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan.
Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar,
ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan
masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan
komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif,
dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan, dll.
Penggolongan Kemiskinan
Secara
umum, kemiskinan yang ada di masyarakat digolongkan menjadi beberapa bentuk. Yaitu::
1. Kemiskinan Subjektif
Jenis
kemiskian ini terjadi karena seseorang memiliki dasar pemikiran sendiri dengan
beranggapan bahwa kebutuhannya belum terpenuhi secara cukup, walaupun orang
tersebut tidak terlalu miskin.
2. Kemiskinan Absolut
Jenis
kemiskinan ini adalah bentuk kemiskinan dimana seseorang/ keluarga memiliki
penghasilan di bawah standar kelayakan atau di bawah garis kemiskinan.
Pendapatannya tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan pangan, sandang, papan,
pendidikan, dan kesehatan.
3. Kemiskinan Relatif
Jenis
kemiskinan ini adalah bentuk kemiskinan yang terjadi karena pengaruh kebijakan
pembangunan yang belum menyentuh semua lapisan masyarakat. Kebijakan tersebut
menimbulkan ketimpangan penghasilan dan standar kesejahteraan.
4. Kemiskinan Alamiah
Ini
merupakan kemiskinan yang terjadi karena alam sekitarnya langka akan sumber
daya alam. Hal ini menyebabkan masyarakat setempat memiliki produktivitas yang
rendah.
5. Kemiskinan Kultural
Ini
adalah kemiskinan yang terjadi sebagai akibat kebiasaan atau sikap masyarakat
dengan budaya santai dan tidak mau memperbaiki taraf hidupnya seperti
masyarakat modern.
6. Kemiskinan Struktural
Kemiskinan
ini terjadi karena struktur sosial tidak mampu menghubungkan masyarakat dengan
sumber daya yang ada.
Kategori Kemiskinan
Kemiskinan itu
dikategorikan menjadi 4 macam, yaitu:
- Anak jalanan
- Bank makanan
- Garis kemiskinan
- Jamkesmas
Cara mengatasi kemiskinan
1. Memperluas lapangan
kerja
Dalam
mengatasi masalah kemiskinan yang ada, Pemerintah harus menyediakan lapangan
kerja lebih banyak lagi di setiap wilayah tertentu, dimana wilayah itu sedang
kekurangan lapangan pekerjaan. Dengan kata lain, diharapkan pemerintah mampu
memenuhi jumlah pelamar kerja agar sebanding dengan lapangan kerja yang
tersedia.
2. Memberikan bantuan
pendidikan secara gratis
Dalam
hal edukasi, pemerintah telah mengadakan program bantuan pendidikan berupa
wajib belajar sembilan tahun bagi masyarakat yang tidak mampu. Dan pemerintah
juga perlu memberi keringanan biaya iuran bulanan sekolah kepada siswa yang
orang tuanya merasa kurang mampu agar dapat melangsungkan sekolahnya.
3. Memberi fasilitas yang
memadai dan subsidi gratis
Pemerintah
sebaiknya memberikan fasilitas yang merata di setiap wilayah. Pemberian
fasilitas tersebut dapat diwujudkan dengan melengkapi sejumlah sarana dan
prasarana yang dinilai kurang atau masih belum cukup keberadaannya. Setelah
fasilitas terpenuhi, diharapkan masyarakat dapat hidup layak dan sejahtera.
4. Melakukan inovasi dan
kreatsi
Salah
satu upaya terciptanya lapangan pekerjaan yaitu harus inovatif serta kreatif.
Diharapkan Pemerintah mampu melakukan penyuluhan kepada masyarakat akan
pentingnya menjadi pribadi yang inovatif dan kreatif.
5. Membuka lapangan kerja
baru
Dalam
usaha untuk mencegah kemiskinan, kita dapat berinisiatif untuk membuka usaha
sendiri, seperti warung makan, restoran, tempat penginapan, dan lain
sebagainya. Jika kita membuka usaha baru, maka akan membutuhkan sejumlah tenaga
kerja sebagai penggerak jalannya suatu usaha kita. Dengan demikian, jumlah
pengangguran yang merupakan faktor utama kemiskinan dapat dikurangi jumlahnya.
Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi
Ilmu
adalah pemahaman mengenai suatu pengetahuan, yang mempunyai fungsi untuk
mencari, menyelidiki, lalu menyelesaikan suatu hipotesis. Ilmu juga yaitu
merupakan suatu pengetahuan yang sudah teruji akan kebenarannya.
Pengetahuan
adalah suatu yang diketahui ataupun disadari oleh seseorang yang didapat dari
pengalamannya. Pengetahuan juga tidak dapat dikatakan sebagai suatu ilmu karena
kebenarannya belum teruji. Pengetahuan muncul disebabkan seseorang menemukan
sesuatu yang sebelumnya belum pernah dilihatnya.
Teknologi
adalah suatu penemuan melalui proses metode ilmiah, untuk mencapai suatu tujuan
yang maksimal. Atau dapat diartikan sebagai sarana bagi manusia untuk
menyediakan berbagai kebutuhan atau dapat mempermudah aktifitas.
Saat
ini IPTEK telah berkembangan sangat pesat/cepat. Dapat dilihat dari semakin
banyaknya bermunculan berbagai macam teknologi canggih yang dapat membantu
aktifitas dalam kehidupan manusia. Bengan semakin berkembangannya IPTEK itu
sendiri, sehingga menimbulkan efek negatif dan positif, seperti misalnya:
Sisi negatif seperti:
- Dapat merusak moral, dimana Internet menjadi media IPTEK yang dapat mempengaruhi moral dari seseorang. Seperti misalnya konten yang berbau negatif dan yang lainnya.
- Dapat menimbulkan polusi. Perkembangan IPTEK yang semakin pesat dan banyak dimanfaatkan. Akan tetapi disamping itu banyak sekali polusi pencemaran yang dihasilkan dari perkembangan IPTEK itu sendiri.
- Dapat membuat orang semakin malas, karena IPTEK memiliki tujuan untuk mempermudah & memanjakan manusia. Jadi manusia akan semakin malas sebab sudah ada teknologi yang dapat menggantikan dirinya bekerja.
Dan sisi positifnya
seperti:
- Dapat meringankan berbagai masalah yang dihadapi oleh manusia.
- Dapat membuat segala sesuatunya menjadi lebih cepat dan mudah.
- Dapat mengurangi pemakaian bahan-bahan alami yang semakin kesini semakin langka.
- IPTEK juga membawa manusia kearah lebih maju dan modern
Sumber:
Komentar
Posting Komentar